Bulan Ramadan bukan sekadar momen menahan lapar dan dahaga. Bagi keluarga besar SMAN 1 Loceret, bulan suci ini menjadi momentum emas untuk memperkuat literasi spiritual. Melalui program Tadarus Al-Qur'an 30 Menit yang dilakukan sebelum aktivitas belajar, seluruh warga sekolah diajak untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk duniawi dan kembali mendekatkan diri pada nilai-nilai illahi.

Dalam konteks pendidikan modern, literasi sering kali hanya dikaitkan dengan buku teks atau media digital. Namun, SMAN 1 Loceret mengambil langkah lebih dalam. Literasi Al-Qur'an adalah bentuk literasi hulu, sebuah upaya memahami pedoman hidup yang mampu menata cara berpikir dan bertindak.

Setiap hari selama bulan puasa, 30 menit dialokasikan secara khusus sebelum memulai aktivitas belajar mengajar. Suasana sekolah yang biasanya riuh, berubah menjadi syahdu dengan lantunan ayat suci yang bergema dari setiap sudut kelas dan ruang guru.

Mengapa harus tadarus? Ada dua target utama yang ingin dicapai oleh SMAN 1 Loceret melalui kebiasaan ini: 1. Ketangguhan Mental (Resilience): Puasa melatih fisik, namun tadarus memberi nutrisi pada jiwa. Membaca Al-Qur'an secara konsisten melatih fokus, kesabaran, dan ketenangan batin dalam menghadapi tantangan akademik maupun personal. 2. Pembentukan Karakter: Setiap ayat yang dibaca mengandung pesan moral. Dengan membiasakan diri berinteraksi dengan Al-Qur'an, diharapkan karakter disiplin, jujur, dan rendah hati tertanam kuat dalam diri siswa.

Kebiasaan literasi Al-Qur'an di SMAN 1 Loceret adalah bukti bahwa sekolah bukan hanya tempat transfer ilmu (transfer of knowledge), tetapi juga tempat transformasi nilai (transformation of values). Dengan 30 menit sehari, warga Smasal siap menyongsong hari dengan mental yang lebih tangguh dan hati yang lebih jernih.